Read more: http://myhafiezers.blogspot.com/2011/10/membuat-salam-penutup-pada-blogger_29.html#ixzz23OWA4rQH
Tampilkan postingan dengan label Tugas_IPA "Biologi". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas_IPA "Biologi". Tampilkan semua postingan

Metagenesis

Metagenesis merupakan pergiliran daur hidup antara generasi generatif dan generasi vegetatif. Biasanya kedua generasi ini berbeda morfologinya. Metagenesis pada tumbuhan yang bisa kita lihat dengan jelas yaitu pada tumbuhan lumut dan paku. Lumut dan paku memiliki generasi generatif yang disebut gametofit dan generasi vegetatif yang disebut sporofit.
Gambar 1.5 Metagenesis pada tumbuhan lumut.

Tumbuhan lumut yang sering kita lihat merupakan generasi gametofit. Generasi sporofitnya tergantung pada gametofit untuk memperoleh nutrisi. Sedangkan tumbuhan paku yang sering kita lihat merupakan generasi sporofit. Generasi sporofitnya yaitu protalium.

Pengertian Metamorfosis & Metagenesis

Metamorfosis dan Metagenesis

1. Metamorfosis
Pada beberapa jenis hewan, dalam pertumbuhan dan perkembanganya mengalami proses metamorfosis. Metamorfosis adalah peristiwa perubahan bentuk tubuh secara bertahap yang dimulai dari larva sampai dewasa. Metamorfosis terjadi pada serangga dan amfibi.Proses metamorfosis melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui beberapa tahap pertumbuhan sel dan differensiasi sel. Metamorfosis ini dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

a. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna ditandai dengan adanya fase yang disebut pupa atau kepompong. Bentuk larva dengan serangga dewasa jauh berbeda. Kupu-kupu mengalami tahapan yang panjang sebelum menjadi kupu-kupu dewasa. Pertama kali, kupu-kupu akan bertelur. Telur kupu-kupu biasanya diletakkan di
dedaunan. Telur kemudian menjadi ulat. Tahap berikutnya ulat akan berubah menjadi kepompong (pupa) dan akhirnya menjadi kupu-kupu dewasa. Tahapan dalam metamorfosis sempurna adalah sebagai berikut.
telur >>  larva >> pupa (kepompong) >> dewasa (imago)

b. Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetabola)
Serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, bentuk serangga yang baru menetas (nimfa) tidak jauh berbeda dengan bentuk serangga dewasa (imago). Perbedaan yang mencolok adalah nimfa tidak memiliki sayap. Sayap akan tumbuh secara bertahap sehingga menyerupai bentuk dewasa. Secara umum nimfa dan serangga dewasa memiliki sifat yang sama. Contohnya pada jangkrik dan belalang. Urutan daur hidup serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah sebagai berikut.
telur >> nimfa >> dewasa (imago)

2. Metagenesis
Seperti halnya metamorfosis pada hewan, tumbuhan tertentu juga dapat terjadi perbedaan bentuk tubuh selama pertumbuhannya. Peristiwa ini dinamakan metagenesis. Metagenesis adalah terjadinya pergiliran keturunan atau pergantian siklus, yaitu:

a. Siklus seksual (generatif)
Pada siklus seksual dihasilkan gametofit.
b. Siklus aseksual (vegetatif)
Pada siklus aseksual dihasilkan sporofit.

Metagenesis pada tumbuhan dapat diamati dengan jelas pada tumbuhan tak berbiji (paku dan lumut). Pada tumbuhan tersebut, pembentukan gamet jantan berlangsung di dalam antheridium dan gamet betina di dalam arkegonium. Jika gamet jantan membuahi gamet betina, maka akan terbentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi individu yang menghasilkan spora. Generasi ini disebut fase vegetatif (aseksual) atau sporofit. Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi individu baru yang menghasilkan gamet. Karena menghasilkan gamet, maka generasi ini disebut fase generatif (seksual) atau gametofit. Demikian seterusnya terjadi pergiliran keturunan antara fase gametofit dan sporofit. Tumbuhan lumut yang sering kamu jumpai merupakan fase gametofit. Sedangkan tumbuhan paku yang kamu lihat sehari-hari merupakan fase sporofit. Pergiliran keturunan antara fase sporofit dan gametofit itulah yang disebut metagenesis.

Beberapa hewan tingkat rendah juga mengalami metagenesis, contohnya Obelia dan Aurelia. Perhatikan metagenesis ubur-ubur (Aurelia). Dari gambar itu tampak jelas bahwa ubur-ubur (Aurelia) memiliki dua jenis kehidupan yaitu kehidupan saat menempel (polip) dan kehidupan bergerak bebas (medusa).

Sistem Alat Pernapasan pada Manusia

Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.

Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi
Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas



o hidung
o faring
o trakea
o bronkus
o bronkiouls
o paru-paru

Rongga Hidung
Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.

Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara.

Batang tenggorok
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).

Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).
Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah.
 
Pertukaran Gas dalam Alveolus
Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas.
Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.

Proses Pernapasan
Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.

Kapasitas Paru-paru
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi biasa, kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.
Setelah kita melakukan ekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.
Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara komplementer, dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.

Sistem Alat Gerak pada Manusia

Sistem Gerak pada Manusia
Manusia memiliki 206 tulang. Apabila tulang-tulang itu disambung maka akan membentuk rangka. Fungsi dari rangka antara lain :
·         Penyalur gaya, membuat tubuh dapat melakukan berbagai posisi
·         Menopang organ-organ tubuh yang ada didekatnya
·         Rangka adalah alat gerak pasif manusia. Adanya rangka tubuh, gerakan yang dihasilkan oleh otot dapatterfasilitasi secara optimal
·         Rangka tubuh brfungsi melindungi bagian-bagian tubuh terpenting
·         Sum-sum tulan dapat menghasilkan sel darah
Berdasarkan sifat penyusunnya tulang terbagi menjadi 2 kelompok :
1.       Jaringan tulang spons
Adalah : jaringan tulang dengan rongga-rongga didalamnya. Dengan struktur berongga, tulang dapat mempertahankan kekuatannya (sehingga dapat menopangg badan), sambil memperingan berat tulang secfara keseluruhan.
2.       Jaringan tulang kompak/padat
Adalah : jaringan yang terdapat pada bagian terluar dari sebuah tulang. Selain memperkuat tulang, bagian padat ini juga berfungsi untuk menahan tekanan dari goncangan.
Dalam jaringan ini, terdapat silinder kecil yang diberi nama osteon. Osteon tersusun rapat satu sama lain dan dihubungkan oleh saluran longitudinal (kanal havers) dan melintang (transversal), canal (kanal voltmann) yang berisi saraf pembuluh limfa dan pembuluh darah.
                Rangka tubuh manusia dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu :
1)      Rangka sumbu tubuh
Terdiri atas :
-          Tulang tengkorak
-          Tulang dada
-          Tulang belakang
-          Tulang rusuk
2)      Rangka tambahan
Terdiri ats :
-          Tulang gelang bahu
-          Tulang gelang panggul
-          Alat gerak tangan
-          Alat gerak kaki
Hubungan antar tulang disebut persendian/artikulasi. Berdasarkan sifat geraknyaa, artikulasi/persendian dibedakan menjadi :
a.       Sendi mati (sinartrosis)
Adalah : hubungan antartulang yang tidak memungkinkan terjadinya gerak. Penghubung antartulangnya adalah : jaringan ikat. Sendi mati terdapat pada hubungan antartulang tengkorak (sutura) dan hubungan antartulang pembentuk gelang panggul.
b.      Sendi kaku (amfiartrosis)
Adalah : hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya sedikit gerak (gerak terbatas). Penghubung antar tulangnya adalah : jaringan tulang rawan. Sendi kaku terdapat pada hubungan antara tulang rusuk dan tulang dada, hubungan antartulang pergelanngan kaki, dan hubungan antarruas tulang-tulang belakang.
c.       Sendi gerak (diartrosis)
Adalah : hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerak yang bebas. Pada kedua ujung tulang yang berhubungan satu sama lain itu terbentuk rongga sendi yang berisi minyak sendi (cairan sinovial). Berdasarkan arah gedraknya, sendi gerak dibedakan menjadi :
a)      Sendi peluru, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerak ke segala arah. Pada sendi ini slah satu ujung tulang berbentuk lekukan seperti mangkok, sedangkan ujung tulang yang lain berbentuk bonggol yang masuk kedalam lekukan ujujng tulang pasangannya, Kedua ujung tulang itu dibungkus oleh jaringan ikat atau ligmen. Contoh sendi peluru adalah hubungan antar tulang lengan dengan gelang bahu dan hubungan tulang paha dengan gelang panggul.
b)      Sendi engsel, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerak satu arah (seperti engsel pintu atau jendela). Contoh sendi engsel adalah siku dan lutut.
c)       Sendi putar, yaitu sendi yang memungkinkan salah satu tulang bergerak berputar terhadap tulang yang lain. Contoh sendi putar adalah hubungan tulang atlas dengan tulang pemutar dan hubungan tulang hasta dengan tulang pengumpil.
d)      Sendi geser, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan bergeser. Contoh sendi geser adalah hubungan antar tulang pergelangan tangan dan tulang telapak tangan.
e)      Sendi pelana, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerak dua arah. Contoh sendi pelana adalah hubungan antar tulang ibu jari dan tulang telapak tangan. 

Metamorfosis

1.      1. Metamorfosis
Metamorfosis adalah : perubahan tubuh dari zigot sampai dewasa melalui fase-fase tertentu. Metamorfosis dibedakan menjadi dua macam, yaitu : metamorfosis tidak sempurna dan metamorfosis sempurna.
a.   Metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola)
Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, antara lain kecoak (lipas), jangkrik, dan belalang. Metamorfosis pada belalang  diawali dari telur. Telur akan menetas menjadi nimfa. Nimfa merupakan stadium atau fase (tahap) antara telur dan dewasa. Namfa berbeda dengan bentuk dewasa karena ukurannya lebih kecil. Nimfa mengalami proses pertumbuhan dengan cara mengalami pergantian kulit terus menerus yang disebut : ekdisis. Wujud serangga diantara dua masa pergantian kulit disebut instar. Tahapan terakhir dalam metamorfosis (pada serangga) dinamakan : imago.

Secara singkat tahap-tahap metamorfosis tidak sempurna pada belalang dapat dilihat pada skema berikut :
                          
                           Telur - Nimfa - Imago (dewasa)


a.   Metamorfosis sempurna (holometabola)
Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain ; lalat, nyamuk, dan kupu-kupu. Metamorfosis ini diawali dengan telur. Telur akan menetas menjadi larva. Seperti nimfa, larva juga mengalami ekdisis. Setelah larva instar kelima, ulat tumbuh dan berkembang menjadi pupa (kepompong). Pupa dilindungi oleh bungkusan yang disebut kokon. Pupa akan tumbuh dan berkembang menjadi imago, yaitu kupu-kupu.

Secara singkat tahap-tahap metamorfosis sempurna pada kupu-kupu dapat dilihat pada skema berikut :
     
         Telur - Larva (ulat) - Pupa (kepompong) - Imago (dewasa)

Tabel Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Metamorfosis Tidak Sempurna

No
Fase
Metamorfosis sempurna
Metamorfosis tidak sempurna
1
Contoh
Kupu-kupu
Belalang
2.
Masa
Tipe mulut ulat: menggigit; makanannya: daun-daunan; tidak bersayap; jumlah kaki banyak
Tipe mulut belalang: menggigit; makanannya: daun-daunan; tidak bersayap; jumlah kaki tiga pasang
 3.
Sebutan
Larva; berbeda sifat dengan bentuk dewasanya
Nimfa; mempunyai banyak persamaan dengan bentuk dewasanya
4.
Pupa
Ada
Tidak ada
5.
Masa dewasa
Tipe mulut kupu-kupu: mengisap; makanannya: sari bunga; bersayap; jumlah kaki tiga pasang
Tipe mulut belalang: menggigit; makanannya: daun-daunan; bersayap; jumlah kaki tiga pasang.

Tempat Pelestarian Flora dan Fauna di Indonesia

Indonesia memiliki banyak kawasan yang dilindungi dalam bentuk suaka alam. Kawasan suaka alam diatur dalam Undang-Undang No. 5 tahun 1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa hutan suaka alam mencakup kawasan huitan yang  karena sifatnya yang khas diperuntukkan secara khusus bagi perlindungan alam hayati dan manfaat-manfaat lainnya. Kawasan tersebut terdiri atas Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa.
Cagar Alam adalah kawasan yang ditetapkan sebagai tempat untuk melindungi tumbuhan dan lingkungannya agar dapat tumbuh secara alami.
Suaka Marga Satwa adalah kawasan yang ditetapkan sebagai tempat untuk melindungi dan melestarikan berbagai jenis hewan agar terhindar dari kepunahan.

Peta Persebaran Taman Nasional di Indonesia

Peta Persebaran Taman Nasional di Indonesia Persebaran Kawasan suakaalam yang dilindungi di indonesia :

1. PULAU SUMATRA
a. Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh & Sumatra Utara)
b. Taman Nasional Siberut (Sumatra Barat)
c. Taman Nasional Kerinci Seblat
d. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (Riau)
e. Taman Nasional Berbak (Jambi)
f. Taman Nasional Bukit Duabelas (Jambi)
g. Taman Nasional Bukit Barisan (Bengkulu & Lampung)
h. Taman Nasional Way Kambas (Lampung)
2. PULAU JAWA
a. Taman Nasional Ujung Kulon (Banten)
b. Taman Nasional Kepulauan Seribu (DKI Jakarta)
c. Taman Nasional Gunung Halimun (Jawa Barat)
d. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat)
e. Taman Nasional Laut Karimu Jawa (Jawa Tengah)
f. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur)
g. Taman Nasional Meru Betiri (Jawa Timur)
h. Taman Nasional Baluran (Jawa Timur)
i. Taman Nasional Alas Purwo (Jawa Timur)
3. Bali dan Nusa Tenggara
a. Taman Nasional Bali Barat (Bali)
b. Taman Nasional Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat)
c. Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara Timur)
d. Taman Nasional Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)
4. KALIMANTAN
a. Taman Nasional Gunung Palung (Kalimantan Barat)
b. Taman Nasional Tanjung Puting (Kalimantan Tengah)
c. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (Kalbar & Kalteng)
d. Taman Nasional Betung Karihun (Kalimantan Barat)
e. Taman Nasional Kayan Mentarang (Kalimantan Timur)
f. Taman Nasional Kutai (Kalimantan Timur)
5. PULAU SULAWESI
a. Taman Nasional Laut Bunaken Manado Tua (Sulawesi Utara)
b.Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Sulawesi Utara)
c.Taman Nasional Lore Lindu (Sulawesi Tengah)
d.Taman Nasional Laut Taka Bonerate (Sulawesi Selatan)
e.Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (Sulawesi Tenggara)
f.Taman Nasional Laut Wakatobi (Sulawesi Tenggara)
6. MALUKU dan PAPUA
a. Taman Nasional Manusel (Maluku)
b. Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih (Papua)
c. Taman Nasional Wasur (Papua)
d. Taman Nasional Gunung Lorentz (Papua)

Pentingnya Melestarikan Flora dan Fauna Langka

Pentingnya Pelestarian Makhluk Hidup
Alam Indonesia memunyai banyak sat
Usaha pelestarian hewan dan tumbuhan dapat
dilakukan melalui pelestarian in situ dan pelestarian ex situ.

1. Pelestarian In Situ
Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan
pada tempat asli hewan atau tumbuhan tersebut
berada. Contoh pelestarian in situ adalah suaka margasatwa,
hutan lindung, dan taman nasional.
2. Pelestarian Ex Situ
Pelestarian ex situ adalah pelestarian yang dilakukan di luar tempat tinggal aslinya. Hal itu dilakukan karena hewan dan tumbuhan kehilangan tempat tinggal aslinya. Selain itu, pelestarian ex situ dilakukan sebagai upaya rehabilitasi, penangkaran, dan pembiakan hewan maupun tumbuhan langka. Contoh pelestarian ex situ antara lain kebun botani, Taman Safari, kebun binatang, dan penangkaran.

Beberapa tempat pelestarian hewan langka adalah:
1.    Cagar Alam           : suatu tempat yang melindungi tanaman atau binatang yang hampir punah.
2.    Suaka Margasatwa : suatu tempat yang melindungi hewan hewan yang terancam punah
3.     kebun binatang    : suatu lokasi yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup maupun yang langka atau pun tidak.
 
Tujuan dari upaya pelestarian hewan dan tumbuhan adalah:
1. Menjaga keseimbangan ekosistem agar kehidupan dimuka bimi ini terus berjalan baik
2. Melestarikan keanekaragaman hayati ( makhluk hidup) yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat
3. Memenuhi kebutuhan masyarakat, misalnya untuk bahan makanan, obat dan bahan bangunan
4. Menciptakan lingkungan yang nyaman dan mengurangi pencemara udara dengan tumbuhnya berbagai macam pohon
5. Dapat digunakan sebagai tempat hiburan dengan dibuat sebagai taman rekreasi dan kebun binatang Dengan mendirikan : 
1)    Cagar alam yaitu  daerah perlindungan bagi tumbuhan  dan  hewan  yang  sudah  mulalangka
2)    Suaka margasatwa yaitu daerah yang melindungi hewan - hewan langka
3)    Tempat penangkaran yaitu tempat membud dayakan  tanaman  dan  hewan  langka.
4)    Taman nasional yaitu tempat  kawasan  pelestar ian  alam  yang  mempunyai ekosistem  asl yang dgunakan untuk  keperluan ilmu pengetahuan

Beberapa usaha yang dapat kita lakukan untuk menjaga hewan yang terancam punah seperti:
1.       Tidak memelihara hewan hewan yang terancam punah
2.       Tidak melakukan penebangan hutan secara liar
3.       Menghentikan penangkapan ikan secara illegal
4.       Menghentikan Kegiatan memburu hewan atau tumbuhan yang terancam punah
5.       Menanam pohon dan merawatnya
Dan masih banyak lagi upaya yang teman teman dapat lakukan untuk melestrikan hewan dan tumbuhan terancam punah