Read more: http://myhafiezers.blogspot.com/2011/10/membuat-salam-penutup-pada-blogger_29.html#ixzz23OWA4rQH

Macam - Macam Seni

I. SENI DAN KEINDAHAN
 
Pengertian seni sampai sekarang masih terus berubah mengikuti perkembangan jaman.  Sejak dulu para tokoh dan seniman membuat definisi tentang seni tetapi kesemuanya tidak dapat membuat batasan yang tepat. Beberapa pengertian seni diantaranya, menurut :
- Pengertian kata seni kita ambil dari Inggris art, yang berakar pada kata Latin ars, yang berarti: ketrampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan atau proses belajar.
Dari akar kata ini kemudian berkembang pengertian berkarya seni sebagai berikut:    penggunaan ketrampilan dan imajinasi secara kreatif dalam menghasilkan benda-benda estetis
- Kamus Besar Bahasa Indonesia, seni mempunyai pengertian  :
(1) halus, kecil dan halus, tipis dan halus, lembut dan enak didengar, mungil dan elok ; (2) keahlian membuat karya yang bermutu; (3) kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi (luar biasa) ; orang yang berkesanggupan luar biasa.
Masih banyak lagi pendapat dan definisi yang diberikan oleh para ahli mengenai seni yang dapat di-simpulkan sebagai berikut :
v  Kecakapan membuat (menciptakan) sesuatu yang elok-elok atau indah.
v  Sesuatu karya yang dibuat (diciptakan) dengan kecakapan yang luar biasa seperti sanjak, lukisan, ukiran-ukiran dsb.
v  Seni menghasilkan karya yang estetis dan memiliki makna simbolik
Dengan kata lain seni atau kesenian berarti :
Satu ekspresi, gagasan atau perasaan manusia yang diwujudkan melalui pola kelakukan yang menghasilkan karya yang bersifat estetis dan bermakna.

a. Cabang Seni
Secara umum seni terbagi menjadi empat cabang yaitu seni rupa, seni musik, seni tari dan seni teater atau drama.  Perbedaan yang terdapat pada keempat cabang seni ter-sebut adalah media yang digunakan, yaitu :
1.      Seni Rupa menggunakan media melalui unsur-unsur seni rupa seperti titik, garis, bi-dang, bentuk, warna, tekstur dan gelap terang.
2.      Seni Musik menggunakan media melalui suara yang dihasilkan oleh manusia atau alat tertentu.
3.      Seni Tari menggunakan media gerak tubuh manusia.
4.      Seni Teater  atau Drama menggunakan media gerak tubuh, suara dan rupa.
Seni Rupa adalah sebuah konsep atau  nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Unsur-unsur rupa tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu. Bentuk karya seni rupa merupakan keseluruhan unsur-unsur rupa yang tersusun dalam sebuah struktur atau komposisi yang bermakna.
Karya seni rupa dapat dibagi menjadi dua yaitu:
1.      Karya seni rupa dua dimensi
Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja. Contohnya, seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan sebagainya.
2.      Karya seni rupa tiga dimensi.
Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi, atau karya yang memiliki volume dan menempati ruang. Contoh : seni patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk.
b. Fungsi Seni
Sejak jaman prasejarah, kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari seni. Nenek moyang kalian membuat lukisan primitif pada dinding-dinding goa tempat tinggalnya, membuat perkakas, perhiasan dari tulang binatang buruan atau menari-nari disekeliling api unggun sambil menyanyi dalam upacara ritual dan sebagainya. Hal itu sebagai usaha mengungkapkan ekspresi yang dirasakan dengan kegiatan tersebut.
Di zaman modern, perkembangan seni semakin tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seni telah disadari keberadaannya. Sehingga perkembangan manusia dalam menciptakan dan menggunakan seni semakin dapat dirasakan.  Pada perkembangan selanjutnya, manusia telah menciptakan karya seni yang berdaya guna dalam kehidupan mereka
Berdasarkan kegunaannya, karya seni rupa dibedakan menjadi dua yaitu :

1. Aplied Art (seni pakai atau terapan)
Seni Terapan atau seni pakai (applied art) adalah karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan praktis. Contoh seni terapan yaitu:arsitektur, poster, keramik, baju, sepatu, dan lain-lain. Dalam pembuatan seni pakai biasanya faktor kegunaan lebih diutamakan daripada faktor keindahan atau artistiknya. Membuat karya seni terapan tampak lebih sulit dibandingkan karya seni murni. Hal itu mungkin karena membuat karya seni murni terasa lebih bebas dibanding membuat karya seni terapan karena tidak memperhitungkan fungsi.

2. Pure Art (seni murni atau seni indah)
Seni murni adalah karya seni rupa yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan artistik. Orang mencipta karya seni murni umumnya berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan cita rasa estetik. Kebebasan berekspresi dalam seni murni sangat diutamakan. Yang tergolong dalam seni murni yaitu: seni lukis, seni patung, seni grafis dan sebagian seni kerajinan.
Berdasarkan fungsinya dalam memenuhi kebutuhan manusia, seni dibagi menjadi beberapa kelompok :

1. Fungsi Individual
Manusia terdiri dari unsur fisik dan psikis. Salah satu unsur psikis adalah emosi. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi fisik dan fungsi emosi.
a. Fisik
Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik, seperti; busana, perabot, rumah alat transportasi dan sebagainya.
b. Emosional
Fungsi ini dipenuhi melalui seni murni, baik dari senimannya maupun dari pengamat atau konsumennya. Contoh: lukisan, patung, film dan sebagainya.
2. Fungsi Sosial
Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relative bersamaan. Fungsi ini dikelompokkan dalam beberapa bidang :
a. Rekreasi / hiburan
Seni dapat digunakan sebagai sarana untuk melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. Contoh: film, komedi, tempat rekreasi dan sebagainya.
b. Komunikasi
Seni dapat digunakan untuk mengkomunikan sesuatu seperti pesan, kritik, kebijakan, gagasan, dan produk kepada orang banyak. Contoh: iklan, poster, spanduk, dan lain-lain.
c. Edukasi / Pendidikan
Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya, contoh; gambar ilustrasi pada buku pelajaran, poster ilmiah, foto dan sebagainya.
d. Religi / Keagamaan
Karya seni dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contohnya; kaligrafi, arsitektur tempat ibadah, busana keagamaan dan sebagainya.

c. Unsur Seni Rupa
Karya seni rupa 2 dimensi akan menjadi sebuah karya yang baik jika dapat memenuhi 7 (tujuh) unsur seni rupa berikut :
1.      Garis
2.      Bidang
3.      Ruang
4.      Warna
5.      Tekstur
6.      Bentuk
7.      Gelap Terang (cahaya)

1. GARIS
Garis adalah unsur seni rupa yang paling sederhana tetapi penting dalam penampilan estetik.
Garis selalu dapat diamati secara visual pada tiap benda alam dan pada hasil karya seni rupa. Dalam hal ini dibedakan antara garis alamiah dan garis yang diciptakan (sengaja maupun tidak sengaja).
Contoh:
Garis alamiah :  garis cakrawala di alam yang dapat dilihat sebagai batas antara permukaan laut dan langit.
Garis yang diciptakan :
Pada gambar ilustrasi, garis hitam sengaja dibuat untuk menciptakan bentuk dan sosok (figur). -disengaja.
Garis yang timbul karena diciptakannya dua bidang dengan warna atau barik (tekstur) yang berbeda. -tidak disengaja.
Fungsi garis:
1.      Untuk memberikan representasi atau citra struktur, bentuk dan bidang. Garis ini sering disebut garis blabar (garis kontur) berfungsi sebagai batas/ tepi
2.      Untuk menekankan nilai ekspresi seperti nilai gerak atau dinamika (movement), nilai irama (rhythm) dan nilai arah (direction). Garis ini disebut juga garis grafis.
3.      Untuk memberikan kesan matra (dimensi) dan kesan barik (tekstur). Garis ini sering disebut garis arsir atau garis tekstur. Garis tekstur lebih bisa dihayati dengan jalan meraba.
Sifat garis:
1.      Sifat garis menunjuk adanya beberapa jenis garis, seperti:
2.      Garis lurus vertikal dan horizontal yang dapat mengungkapkan kesan tertentu, seperti tenang, statis atau stabil.
3.      Garis putus yang dapat mengungkapkan kesan gerak dan gelisah.
4.      Garis silang atau diagonal yang dapat mengungkapkan kesan gerak, tegang dan ragu.
5.      Garis lengkung yang dapat mengungkapkan kesan lamban, irama dan santai.


2. BIDANG
Unsur bidang dalam senirupa adalah perkembangan dari penampilan garis, yaitu perpaduan garis-garis dalam kondisi tertentu. Bidang dapat diamati secara visual pada tiap benda alam dan pada hasil karya senirupa. Dalam hal ini dibedakan antara bidang alamiah dan bidang yang dicipta (sengaja maupun tidak sengaja).
Contoh:
Bidang alamiah :  bidang lapangan atau taman, bidang sawah, bidang langit, bidang laut dsb.
Bidang yang dicipta :  Bidang lukisan, bidang segitiga, bidang lingkaran dsb. -sengaja dibuat
Bidang yang timbul karena pembubuhan warna, cahaya atau barik. -tidak disengaja
Fungsi bidang:
1.      Untuk menekankan nilai ekspresi dan nilai gerak (movement), nilai irama (rhythm) dan nilai arah (direction).
2.      Untuk memberikan batas dan bentuk serta ruang seperti yang tampak pada bangunan dan patung.
3.      Untuk memberikan kesan trimatra (3 dimensi) yang ditimbulkan oleh batasan panjang, lebar dan tinggi.
Sifat bidang:
1.      Bidang horizontal dan vertikal yang memberikan kesan tenang, statis, stabil dan gerak.
2.      Bidang bundar yang memberikan kesan kadang-kadang stabil, kadang-kadang gerak.
3.      Bidang segitiga yang memberikan kesan statis maupun dinamais.
4.      Bidang bergelombang (cekung dan cembung) yang memberikan kesan irama dan gerak.

3. RUANG
Ruang sebenarnya tidak dapat dilihat (khayalan), jadi hanya bisa dihayati. Ruang baru dapat dihayati setelah kehadiran benda atau unsur garis dan bidang dalam kekosongan atau kehampaan. Misalnya ruang yang ada disekeliling benda, ruang yang dibatasi oleh bidang dinding rumah, ruang yang terjadi karena garis pembatas pada kertas.
Ruang dapat dihayati di alam dan pada karya senirupa, karenanya dibedakan antara ruang alamiah dan ruang yang diciptakan (disengaja atau tidak disengaja).
Contoh:
Ruang alamiah:
Ruang yang terdapat di alam yang dibatasi oleh benda-benda alam dan karena pengaruh cahaya seperti pada pemandangan alam.
Ruang yang diciptakan :
-          Ruang interior dan eksterior sebuah bangunan yang dapat memberikan suasana yang dikehendaki, seperti sebuah interior mesdjid atau gereja. -disengaja.
-          Ruang yang timbul karena penempatan berbagai warna, jarak gelap terang, seperti pada sebuah lukisan. -tidak disengaja.
Fungsi ruang:
1.      Untuk memberikan kesan trimatra (3 dimensi), seperti kesan kedalaman, jarak dan plastisitas pada sebuah lukisan alam.
2.      Untuk menekankan nilai ekspresi seperti irama, gerak, kepadatan dan kehampaan, seperti pada karya arsitektur dan seni patung.
3.      Untuk memberikan kesan nilai guna (nilai praktis), seperti ruang pada gelas (rongga gelas), ruang pada lemari dsb.
Sifat ruang:
1.      Ruang terbuka atau ruang tak terbatas, yaitu ruang berada di luar/ di sekeliling benda, seperti ruang eksterior bangunan yang dapat memberikan kesan keabadian/ kelanggengan.
2.      Ruang tertutup atau ruang terbatas, yaitu ruang berada dalam batasan benda, seperti ruang interior bangunan atau ruang patung.
3.      Ruang perlambangan, yaitu ruang yang memberikan arti perlambangan kehadiran ruang, seperti pada pernyataan ruang alam kecil (microcosmos) dan ruang alam besar (macrocosmos).
4.      Ruang gelap terang, yaitu ruang yang timbul karena pengaruh cahaya atau karena pembubuhan warna, seperti pada lukisan.


4. WARNA
Beberapa istilah yang perlu diketahui dalam teori warna diantaranya;
1) Warna Primer, yakni warna dasar atau warna pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru,
2). Warna Sekunder, yaitu warna yang diperoleh dari campuran kedua warna primer, misalnya warna ungu, oranye (jingga) , dan hijau,
3). Warna Tersier, yakni warna yang merupakan hasil percampuran kedua warna sekunder,
4). Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna, misalnya deretan dari warna ungu menuju warna merah, deretan warna hijau menuju warna kuning, dan lain-lain,
5). Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lain-lain.
TEKSTUR
Tekstur adalah unsur senirupa yang memberikan watak/karakter pada permukaan bidang yang dapat dilihat dan diraba.
Tekstur yang dapat dilihat atau diraba pada permukaan bidang dibedakan antara tekstur alamiah dan tekstur buatan.
Tekstur alamiah ialah watak bidang yang tercipta oleh alam, seperti urat kayu atau batu.
Tekstur buatan atau tiruan ialah watak bidang yang dibuat (disebut juga tekstur simulasi), membuat watak kayu pada bidang memberi kesan tekstur dengan cara tehnik gambar tertentu.
Fungsi tekstur :  untuk memberikan watak tertentu pada bidang permukaan yang dapat menimbulkan nilai estetik. Misalnya tekstur dari urat-urat kayu ditonjolkan pada permukaan bidang patung sesuai dengan bentuk patung.

5. BENTUK
Kata bentuk dalam seni rupa diartikan sebagai wujud yang terdapat di alam dan yang tampak nyata.  Sebagai unsur seni, bentuk hadir sebagai manifestasi fisik dari obyek yang dijiwai yang disebut juga sebagai sosok (dalam bahasa Inggris disebut form). Misalnya membuat bentuk manusia, binatang dsb.
Ada juga bentuk yang hadir karena tidak dijiwai atau secara kebetulan (dalam bahasa Inggris disebut shape) yang dipakai juga dengan kata wujud atau raga.
Fungsi bentuk:
Pada karya senirupa, bentuk diciptakan sesuai dengan kebutuhan praktis, seperti membuat bentuk kursi untuk diduduki. Dalam hal ini bentuk yang dicipta sesuai dengan nilai kegunaannya (functional form).
Bentuk dicipta sebagai ungkapan (bentuk ekspresi), seperti pada lukisan dan patung.
Jenis / sifat bentuk:
1.      Bentuk organik, yaitu bentuk pada karya senirupa yang mengingatkan pada bentuk mahluk hidup, seperti manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan.
2.      Bentuk dwi-matra, yaitu bentuk pada karya senirupa yang terbatas pada bidang, bentuk yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, seperti bentuk pada gambar dan lukisan.
3.      Bentuk tri-matra, yaitu bentuk pada karya senirupa yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi, seperti bentuk patung dan bangunan
4.      Bentuk diam dan bergerak (statis dan kinetis) seperti pada patung, mobil dsb.
5.      Bentuk berirama (ritmis) seperti pada bangunan, patung dsb.
6.      Bentuk agung dan abadi (monumental) seperti pada bangunan dan patung.

6. GELAP TERANG
Cahaya yang dapat memberikan pengaruh pada nilai keindahan karya seni meliputi:
Cahaya alamiah, yaitu cahaya sebagai unsur alam, seperti sinar matahari atau bulan, cahaya petir atau cahaya apai.
Cahaya buatan manusia, seperti cahaya lampu, baterai dan sebagainya.
Pada karya senirupa, cahaya sengaja dihadirkan untuk kepentingan nilai estetis, artinya untuk memperjelas kehadiran unsur-unsur senirupa lainnya. Peralihan dari gelap dan terang adalah upaya untuk mempertegas volume suatu bentuk.
Fungsi gelap terang (value)
1.      Unsur gelap terang (cahaya) pada karya senirupa memberikan nilai ekspresi, misalnya untuk menampilkan kesan dramatis pada lukisan, seperti pada tema peperangan dengan ungkapan gelap terang.
2.      Unsur gelap terang (cahaya) pada karya senirupa memberikan nilai emosi, misalnya cahaya yang membus jendela kaca patri yang menimbulkan suasana khidmat pada interior mesjid atau gereja.
3.      Unsur gelap terang (cahaya) pada karya senirupa memberikan kesan trimatra atau plastis pada benda yang diterpa oleh cahaya seperti pada bangunan dan benda. Dalam hal ini gelap terang (cahaya) dapat memperkuat sifat benda trimatra.

Ragam Seni Rupa Daerah


I. CORAK SENI RUPA NUSANTARA
Bagi kalian yang suka bepergian ke lain kota atau mengunjungi daerah lain, tentu melihat banyak sekali bentuk karya seni yang menjadi ciri khas daerah.  Biasanya benda-benda tersebut dijual sebagai souvenir atau kenang-kenangan bahwa kita pernah mengunjungi tempat itu.  Jika diamati mungkin beberapa karya seni daerah yang kamu lihat mempunyai fungsi yang sama, tetapi coba perhatikan bentuk dan corak ragam yang menghiasinya, tidak ada yang sama setiap daerah.
Pada materi sebelumnya, kalian telah mempelajari bahwa keragaman sosial budaya, alam lingkungan dan masyarakat memunculkan bentuk ungkapan seni yang beranekaragam.  Inilah yang disebut dengan seni rupa daerah, yaitu karya seni rupa yang diciptakan oleh sekelompok masya-rakat di daerah-daerah Nusantara.
Dalam perkembangannya, karya seni rupa daerah ini dapat dikelompokkan ber-dasarkan gaya dan bentuk penyajiannya yaitu :

a. Corak Tradisional
Bentuk karya seni yang bercorak tradisional biasanya selalu menggunakan bentuk-bentuk gambar atau patung dengan motif yang sama.  Karena hanya terdapat pada daerah tertentu dan berbeda dengan daerah lainnya maka hal ini  menjadikan suatu ciri khas ragam hias daerah. Corak ragam hias tradisional daerah ini dapat kalian jumpai sebagai hiasan  (ornamen) benda-benda kerajinan tangan seperti keramik, anyaman, pigura, hiasan rumah, meubel ukir dan lain-lain.
Kehidupan di pedalaman seperti gunung dan hutan memberi pilihan obyek ragam hias yang sering dijumpai seperti buah-buahan, bunga, gunung dan hewan ternak.  Sedangkan bagi masyarakat pesisir pantai akan memilih obyek dan tema ragam hiasnya  dari bentuk-bentuk seperti ikan, ombak, perahu, karang dan sebagainya.
Dengan demikian, meskipun tema dan obyek yang dipilih sama yaitu hewan, tumbuhan dan manusia, masing-masing daerah mempunyai gaya dan bentuk yang berbeda.  Hal ini tergantung pada krea-tifitas masyarakat daerah tersebut.  Misalnya bentuk gambar manusia pada ragam hias Jawa Tengah berbeda dengan bentuk manusia pada ragam hias Irian atau bentuk burung pada ragam hias di Bali berbeda dengan bentuk burung pada ragam hias di Sumatera dan sebagainya.

b. Corak Modern
Perkembangan jaman membawa akibat perubahan pada alam lingkungan dan kehidupan sosial suatu masyarakat.  Termasuk didalamnya perkembangan pada teknik, gagasan maupun gaya penyajian karya seni suatu daerah.  Jenis karya seni maupun pola ragam seni rupa tradisional sedikit demi sedikit berubah, berkembang baik sebagian maupun keseluruhan bentuknya.
Corak modern dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
a. Karya Representatif
Yaitu karya seni rupa yang mengambil obyek alam nyata seperti apa adanya.
b. Karya Dekoratif
Karya seni rupa dengan obyek yang bentuk dan bidangnya sudah mengalami perubahan bentuknya seperti disederhanakan atau digayakan.
c. Karya Abstrak
Disebut juga non representatif karena obyeknya tidak mengambil dari bentuk nyata (khayalan).
Corak tradisional maupun corak modern pada ragam seni rupa nusantara tidak diterapkan pada karya 2 dimensi saja tetapi juga pada karya-karya seni rupa 3 dimensi.  Contohnya pada lukisan, ragam hias batik, keramik, anyaman, kriya dan patung.  Baik pada karya seni rupa murni (pure art) maupun pada karya seni rupa terapan (aplied art).

Menggambar Bentuk

Pada dasarnya menggambar bentuk adalah kegiatan merekam obyek di atas sebidang datar (dua dimensi)  melalui media secara tepat dan mirip sesuai obyeknya dengan memperhatikan bentuk, warna, perspektif, proporsi, komposisi dan bayang-bayang.
Jadi apabila kalian melakukan pengamatan (melihat) benda-benda yang ada disekitar kalian kemudian menggambar atau memindahkan bentuk benda tersebut ke atas bidang datar (kertas) sesuai dengan bentuk, warna, garis maupun sifatnya, maka sudah dapat dikatakan kalian membuat gambar bentuk.
Pada perkembangannya, istilah gambar bentuk hanya ditujukan untuk obyek-obyek dari benda mati yang dikenal dengan still life, sedangkan untuk gambar bentuk dengan obyek manusia dikenal dengan istilah menggambar model.  Menggambar bentuk tidak sama dengan menggambar ekspresi atau menggambar illustrasi karena :
F Menggambar bentuk harus menggunakan obyek yang dilihat secara langsung, tidak boleh hasil imajinasi.
F Menggambar bentuk harus teliti dalam mengamati sehingga gambarnya sesuai seperti apa yang kita lihat ketika menggambar.
F Dalam menggambar bentuk harus membedakan bagian benda yang terkena sinar dan yang tidak (bayangan benda).

I. OBYEK GAMBAR BENTUK
Obyek yang digunakan dalam menggambar bentuk bermacam-macam, namun dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk dasar, yaitu :
a.       Bentuk Geometris, yaitu obyek-obyek yang mempunyai bentuk beraturan.
  • Bentuk Kubistik
Obyek yang mempunyai bentuk dasar piramida, kubus, balok, prisma dan limas.  Contohnya almari, kulkas, meja, kursi, buku, bangunan rumah, televisi, koper dan sebagainya.
  • Bentuk Silindris
Obyek yang mempunyai bentuk dasar tabung, kerucut.  Contohnya kipas listrik, botol, kendi, topi, pensil, panci, ember dan sebagainya.
  • Bentuk Bola
Obyek yang mempunyai bentuk dasar bola.  Contohnya bola lampu, buah kelapa, buah jeruk dan sebagainya.
b.      Bentuk Non Geometris, yaitu obyek-obyek yang bentuknya tidak beraturan (bukan kubistik, silindris dan bola).  Contohnya sebongkah batu, air, api, sayur-sayuran dan sebagainya.

II. MEDIA MENGGGAMBAR BENTUK
Yang dimaksud dengan media disini adalah bahan dan alat-alat menggambar yang diperlukan dalam menggambar bentuk.
a.       Bahan yang digunakan :
1)      Bidang gambar dapat menggunakan kertas gambar, karton, papan tulis atau benda-benda lainnya yang mempunyai bidang datar.
2)      Pewarna yang biasa digunakan antara lain pastell, crayon, cat air, cat minyak,  pensil konte dan sebagainya
b.      Alat yang digunakan :
Pada dasarnya semua jenis alat gambar dapat kalian gunakan untuk menggambar bentuk diantaranya, pensil, kuas, pena gambar, palet dan tempat air.

III. PRINSIP GAMBAR BENTUK
Untuk dapat membuat gambar bentuk yang baik, kalian harus memperhatikan beberapa prinsip seni rupa (desain).  Karena hal ini bertujuan agar gambar yang kalian buat sesuai dan mirip dengan bentuk aslinya.  Prinsip seni rupa yang dimaksud adalah perspektif, komposisi, proporsi dan bayang-bayang.
a. Perspektif
Dengan menerapkan prinsip perspektif maka gambar yang dibuat akan memunculkan kesan keruangan (kedalaman) dan obyek yang digambar sesuai dengan apa yang terlihat.  Hal ini seperti pengertian perspektif yaitu menggambar sesuai pandangan mata (prospectiva dalam bahasa Italia berarti pandangan).
Dengan demikian gambar yang dibuat harus sesuai dengan yang kalian lihat, benda yang dekat digambar lebih besar dibandingkan benda yang letaknya jauh atau benda yang jauh warnanya lebih pudar dibandingkan dengan benda yang dekat letaknya.  Hal ini sudah dirumuskan dalam

HUKUM PERSPEKTIF :
1.      Letak Garis horison pada bidang gambar menunjukkan letak benda terhadap tinggi mata orang yang menggambar.
2.      Titik-titik  Hilang selalu terletak pada garis Horison
3.      Semua garis yang sejajar dengan tanah digambar sejajar dengan garis horison
4.      Semua garis sejajar yang mengarah ke garis horison akan bertemu di satu titik pada garis horison.
5.      Semua garis yang tegak lurus dengan tanah tetap digambar tegak lurus dengan garis horison.
6.      Warna benda makin jauh makin pucat (pudar)
7.      Bidang bulat akan terlihat atau digambar menjadi bentuk elips.
Istilah-istilah dalam gambar perspektif antara lain :
Garis Horison (GH) , yaitu garis maya batas antara bidang langit dan tanah. Disebut juga cakrawala yang menjadi ukuran tinggi mata penggambar pada bidang gambar.
Titik Hilang (TH), yaitu titik pertemuan semua garis atau bidang yang mengarah dan menghilang pada garis horison.  Semua titik atau benda yang semakin jauh dari pandangan akan menghilang pada titik hilang ini.
SEMESTER 2
MODUL SENI BUDAYA KELAS VII/SMT 2
Standar kompetensi    : mengapresiasi Karya Seni
Kompetensi dasar      :Mengidentifikasi jenis karya seni rupa terapan daerah
Indikator                    :  Menyebutkan jenis karya seni rupa daerah
Menyebutkan unsur dan teknik berkarya seni rupa daerah
Menyebutkan 5 tingkatan apresiasi seni rupa daerah
Menyebutkan 5 kriteria seni rupa yang baik
Menyebutkan keunikan karya seni rupa
Membuat ulasan apresiasi seni rupa daerah.

Jenis karya seni rupa daerah
  1. Seni Patung
Seni patung adalah karya seni 3 dimensi yang meniru bentuk alam dibuat dengan teknik pahat dan teknik membentuk sesuai dengan bahan yang di gunakan.
Karya patung yang terkenal adalah TAU TAU dari toraja,disebut tau-tau karena patung yang di buat menyerupai orang yang meninggal,di buat untuk acara pesta orang mati(ma’pasonglo’.
Unsur dan teknik Pembuatannya adalah bahan dari kayu dan menggunakan teknik pahat.
  1. Seni ukir
Seni Ukir adalah menggambar pada permukaan kayu dengan menggunakan pahat ukir atau pisau ukir.Passura’ adalah nama ukiran toraja yang terkenal.terdiri dari berbagai macam ukiran dan semuanya mempunyai nilai filosofi dan makna tersendiri sesuai bentuk ukirannya.
Banyak di gunakan sebagai dinding rumah adat dan lumbung padi.
  1. Seni anyam
Bahan yang di gunakan untuk menganyam  misalnya rotan,mendong,bambu,lontar pandan,rafia,benang,serat rosella,lidi.hasil karya anyam antara lain : tikar,topi,keranjang,tas,La’ka’,
  1. Tenun
Jenis kerajinan ini sangat terkenal di daerah Sa’dan, Rongkong Mamasa dan Simbuang (Toraja Barat), bahan dasar untuk tenunan ini adalah kain yang ditenun dari benang kapas yang dipintal secara tradisional. Bahan pewarna yang asli terbuat dari tanah berwarna dari kulit pelepah (pa’pak), biji serta dedaunan jenis tanaman tradisional tertentu. Warna yang banyak ditampilkan adalah warna merah, kuning, hitam, hijau dan biru di samping warna putih.
Pada mulanya corak tenunan ini hanya berupa garis-garis lurus berwarna selang-seling, namun dewasa ini sudah banyak yang diberi motif rumah Toraja, dan lain-lain motif ragam hias yang membuatnya semakin menarik.
Perkembangan ini tidak terlepas dari kemampuan para pengrajin tenunan menggunakan jenis benang yang lebih modern tetapi tetap ditenun dengan ciri khas Toraja yaitu dengan alat tenun bukan mesin (alat tradisional).
Pada akhir-akhir ini tenunan Toraja telah banyak digunakan sebagai pakaian adat Toraja baik oleh kaum wanita maupun pria termasuk menjadi bahan jas dan busana pengantin. Busana sejenis ini banyak kita jumpai pada acara Rambu Tuka’ ataupun pada acara Festival Budaya Sulawesi Selatan atau Festival Budaya Toraja.
  1. Kerajinan Merangkai Manik-manik
Keterampilan merangkai manik-manik seperti keterampilan menenun jumlahnya sangat terbatas. Keberadaan pengrajin yang juga harus memiliki kemampuan seni tinggi ini, sangat menolong tersedianya asesoris pakaian adat serta bahan dekorasi untuk tempat-tempat berlangsungnya upacara baik Rambu Tuka’ maupun pada Rambu Solo’. Contoh hiasan pada kandaore dll
  1. Desain
Desain adalah karya bangunan dan dekorasi.misalnya seni bangunan rumah adat toraja,candi dan desain
dekorasi untuk acara rambu tuka’ atau rambu solo’

Apresisai adalah kemampuan seseorang untuk mengenali,atau memahami suatu nilai  yang  terkandung dalam suatu karya seni sehingga dapat memberi panghargaan atau penilaian.
Tingkatan apresiasi meliputi :
2.Penikmatan
Seorang penikmat dapat merasakan senang dan puas serta mendapatkan pengalaman saat mengamati suatu karya seni.
1.Pemahaman
Pemahaman merupakan tindakan menganalisis dan menyimpulkan pendapat setelah mengamati suatu karya seni.
  1. Penghargaan
Penghargaan adalah sikap seseorang dalam menanggapi dan memahami isi  pesan pada karya yang di amati sehingga mampu memberi penilaian.
3.Penghayatan
Penghayatan merupakan tindakan meyakini dn menghayati hakikat sebuah karya.
  1. Implikasi
Implikasi adalah mendayagunakan hasil penilaian sehingga mampu melahirkan ide-ide baru.

KRITERIA KARYA SENI RUPA MURNI
Kriteria yang dinilai dalam mengapresiasi karya seni rupa adalah :
  1. IDE/Gagasan
Kekaguman terhadap sesuatu/keindahan alam dapat membangkitkan Ide atau gagasan yang di tuangkan dalam bentuk karya.karya seni yang lahir dari ide Atau gagasan aadalah karya yang berbobot.
  1. Kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan menciptakan karya  yang belum pernah ada,yang mempunyai arti dan nilai baru.
  1. Komposisi
Komposisi adalah penataan unsur-unsur seni rupa sehingga menjadi suatu dsain yang matang,memiliki susunan nilai seni yang tinggi.
  1. Gaya perseorangan
Gaya perseorangan merupakan Pemilihan,pengolahan bahan dan teknik berkarya merupakan cerminan cita dan visi atau pandangan pribadi seseorang.
  1. Teknik dan wujud.
Teknik adalah cara seseorang mewujudkan ide menjadi suatu karya yang menarik.
KRITERIA KARYA SENI RUPA TERAPAN
Karya seni rupa terapan kriterianya ditambah 3 yaitu
  1. Keamanan
Karya yang dibuat harus nyaman dan aman pada saat di pakai.tidak menimbulkan gangguan,atau kecelakaan
  1. Kenyamanan
Karya harus memiliki nilai praktis,keserasian dengan pemakainya sehingga  enak/nyaman di gunakan
  1. Keluwesan
Bentuk dan wujudnya luwes,memberi kemudahan pemakainya.

KEUNIKAN KARYA SENI RUPA
Keunikan karya seni rupa artinya karya seni yang dibuat tiada tandingannya,suatu karya yang khas,spesifik dan istimewa.
Tahapan mengapresiasi Keunikan karya seni rupa

MENGGAMBAR BENTUK BEBAS
Menggambar bentuk adalah menyatakan kembali hasil pengatan terhadap suatu benda kebidang gambar.dengan kata lain menggambar bentuk adalah meniru bentuk suatu objek dalam bentuk goresan atau gambar.
Ada dua jenis gambar bentuk bebas yaitu :
  1. Bentuk diluar kubistik dan slindris
  2. Penggabungan bentuk kubistik dan slindris
Langkah  menggambar bentuk bebas antara lain :
1.Sketsa
Teknik menggambar dengan garis garis tipis sebagai gambar awal dari objek yang di amati
2.Arsiran
Menarik garis-garis kecil sejajar  pada badan gambar objek untuk mendapatkan efek  gelap terang agar gambar terlihat 3 dimensi.
3.Bayang-bayang
Suatu benda yang terkena sinar akan menimbulkan bayang-bayang.Jenis bayang-bayang  yang timbul adalah Bayang-bayang badan  yaitu bagian gelap pada benda karena tidak terkena sinar.Bayang-bayang Langkah adalah bayangan banda yang jatuh pada bidang atau benda lain.

Mendeskripsikan konsep grafik sebagai benda hias/benda pakai
Seni grafis adalah seni cetak mencetak dengan 3 teknik cetak yaitu :
1.Cetak mekanik ditekan atau di cap.
Terdiri dari cetak tinggi,dan cetak dalam
2.Cetak kimiawi
Yaitu mencetak dengan menggunakan zat kimia dan cahaya serta tinta atau warna.
Misalnya cetak sablon
3.Cetak listrik
Teknik mencetak dengan menggunakan mesin dan listrik misalnya foto copy,cetak print.
Berkarya seni garfik cetak tinggi
Langkah mencetak tinggi:
1.Menyiapkan klise
2.Mewarnai klise
3.Mencetak.
  1. Keunikan ragam objek,tema dan makna,arti lambang atau isi karya berdasarkan proses mewujudkan ide dan atau gagasan seniman
  2. Keunikan ragam teknik dan bahan dalam mewujudkan ide/gagasan menjadi bentuk karya.
Apresiasi keunikan gagasan dan teknik berkarya seni rupa daerah dilakuakan dengan membuat ulasan apresiasi tentang karyua seni yang di amati.
Langkah membuat ulasan apresiasi adalah :
  1. Judul Karya yang di amati
  2. Jenis karya
  3. Bentuk Objek
  4. Teknik pembuatan
  5. Fungsi karya
  6. Tema karya
  7. Makna karya
HANDICRAFT  adalah seni kerajinan tangan.hasil karya seni kriya dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,hasil karya kriya dibedakan menjadi benda pakai dan benda hias.
Jenis seni kriya adalah :
1.Kerajinan kulit
2.Kerajinan logam
3.Kerajinan kayu
4.Kerajinan anyaman
5.Kerajian Tenun
6.Kerajianan tanah liat(keramik)
Berkarya seni kriya benda pakai

Menyiapkan karya sendiri untuk pameran kelas
Pameran adalah kegiatan memperlihatkan karya seni kepada orang banyak untuk  mendapatkan penilaian dan penghargaan.
seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni, tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya, dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa.
Rekan sekalian, berikut ini sedikit uraian mengenai pelaksanaan pameran seni rupa di sekolah

1. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah
Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan, karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa, seniman, pengamat seni rupa, maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya.
Melalui pameran, seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat, dinilai, dikagumi, atau dikritik.

2. Jenis-Jenis Pameran
Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan, dibedakan menjadi dua, yaitu pameran homogen dan pameran heterogen. Pameran homogen, artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan lain sebagainya.
Pameran heterogen, artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa, misalnya pameran seni kriya, pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan.
Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah, biasanya merupakan pameran heterogen, karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan, patung, ukiran, keramik, karya kerajinan, dan karya seni rupa lainnya.
Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil, pameran dapat dibedakan ke dalam :
a.Pameran perorangan atau pameran tunggal
b.Pameran kelompok, baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater, kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya.

3. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah
a)      Meningkatkan kemampuan berkarya
Dengan adanya pameran, karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah, dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya.
b)      Dapat melakukan penilaian / evaluasi
Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor.
Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut.
c)      Sebagai sarana apresiasi dan hiburan
Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi, kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan, pengamatan, penghargaan, atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan.
Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka, melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni, pemahaman isi dan pesan dari karya seni, dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif.
Dalam arti yang luas, kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati, merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya.
d)      Melatih siswa untuk bermasyarakat
Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah, mendidik para siswa untuk bermasyarakat. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain, melatih untuk menghargai pendapat orang lain, dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya.

4. Langkah-langkah Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di
Kelas atau di Sekolah
Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah, ada beberapa hal yang harus dikerjakan, yaitu :
a. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan
b. Membentuk kepanitiaan pameran
c. Menyusun proposal pameran
d. Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran
e. Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran
f. Menata karya-karya yang akan dipamerkan
A.Mengumpulkan karya
Sebelum pelaksanaan Pameran terlebih dahulu membuat karya sendiri untuk di kumpukan agar dapat di seleksi untuk memilih karya yang layak di pamerkan
B.membentuk panitia
Untuk mempermudah pelaksanaan pameran perlu dibentuk panitia yang bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan pameran.Panitia melibatkan siswa dibawah bimbingan guru mata pelajaran dan pembina osis.kepala sekolah sebagai Pelindung.
C.Proposal adalah rencana kegiatan pameran yang dibuat secara tertulis. Proposal dibuat agar pihak lain, baik perorangan/individu maupun lembaga dapat memperoleh informasi secara mendalam mengenai detail kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga pada akhirnya dapat terjadi suatu kesamaan pandangan.

0 komentar:

Poskan Komentar